Parpol Pastikan Caleg 2018 Bebas Dari Narkoba

  

Tahun ini tiap parpol sedang menyiapkan diri untuk pemilihan calon legislatif yang akan diadakan pertengahan tahun ini. Masyarakat ingin setiap parpol bisa pastikan caleg 2018 bebas dari narkoba. Hal tersebut diungkapkan oleh banyak masyarakat yang menginginkan anggota legislatif harus bersih dari narkoba dan korupsi.

Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini sudah mulai adanya penangkapan-penangkapan kasus narkoba dan juga korupsi. Maka dari itu, semua mengharapkan yang memegang calon legisatif nanti bisa terbebas dari narkoba untuk menjadi contoh bagi para masyarakat awam.

Parpol meminta Badan Narkotika Nasional atau BNN untuk terlibat dalam proses pengusungan calon legislatif 2018. Mereka mengatakan dengan menjadikan bebas narkoba sebagai syarat caleg, hal tersebut memungkinkan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik di DPR maupun DPRD.

Selain itu, dengan keterlibatannya BNN sebagai pengawas, bisa memastikan setiap kader parpol bersih dari narkoba. Bayangkan saja, kalau wakil rakyat bekerja dalam pengaruh narkoba, bagaimana dengan hasil kerjanya? Tentu saja akan menjadi berantakan dan tidak terkontrol, bukan?

Golkar Mengadakan Orientasi dan Tes Urine Untuk Caleg 2018

Salah satu parpol yang ingin pastikan caleg 2018 bebas dari narkoba adalah Golkar. Beberapa waktu lalu, mereka mengadakan orientasi untuk para calon legislatif 2018 di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Dalam orientasi tersebut, Golkar meminta setiap peserta melakukan tes urine untuk memastikan mereka terbebas dari narkoba.

Dengan cara seperti itu, kita bisa sedikit lega karena dengan adanya tes urine tersebut, bisa langsung diketahui siapa saja anggota yang di bawah pengaruh narkoba. Golkar telah menunjukkan kalau mereka juga turut memerangi narkoba yang selama ini anggota pemerintah menjadi bayang-bayang pengguna narkoba.

Golkar juga menginginkan masyarakat, terutama generasi muda harus mendapatkan teladan yang baik dari keberadaan anggota legislatif Indonesia. Menurut mereka, anggota DPR dan DPRD merupakan wakil rakyat yang harus mampu menjadi guru bagi para generasi muda. Jika tidak demikian, generasi muda Indonesia akan hancur dalam jangka waktu tertentu.

Langkah tes urine tersebut menjadi langkah awal sebelum meneruskannya ke kader-kader partai lain di berbagai daerah, agar terhindar dari obat terlarang tersebut. Kegiatan tes urine ini dilakukan tidak hanya pada tingkat pusat, tapi juga pada tingkat 1 dan tingkat 2.

Hanura Juga Memastikan Anggotanya Terbebas Narkoba Dari Tes Urine

Selain Golkar, Hanura juga pastikan caleg 2018 bebas dari narkoba. Mereka memastikan seluruh calon legislatif yang maju ke pemilihan calon legislatif 2018 bebas dari pemakaian narkoba. Sebelum maju ke pemilihan caleg 2018, mereka juga sudah memutuskan mengambil langkah yang sama dengan Golkar, yakni melakukan tes urine untuk para kadernya.

Menurut mereka, langkah ini merupakan langkah yang tepat untuk para caleg agar terbebas dari zat berbahaya narkoba. Menurut mereka pun, narkoba adalah musuh terbesar dalam masyarakat yang harus mereka perangi. Partai hanura ingin segala aktivitas dalam pemerintahan negara bisa lebih baik tanpa adanya penggunaan zat berbahaya tersebut.

Mereka juga sudah memberi ketegasan terhadap anggotanya bila terbukti positif memakai narkoba, maka mereka akan mengeluarkannya secara tegas dari bursa pencalonan. Karena nantinya bisa memperburuk kinerja partai jika masih tetap bertugas, selain itu dinilai tidak dapat memberi teladan yang baik untuk masyarakat awam.

Dengan adanya ketegasan tersebut, tentu menjadi tindakan yang harus dilakukan di setiap partai, mengingat mereka sebagai wakil rakyat. Kita sebagai masyarakat juga jangan hanya duduk manis melihat para partai memerangi narkoba. Kita juga bisa memerangi narkoba dengan tindakan-tindakan kecil, seperti menolak penggunaan narkoba dan sebagainya.
Diharapkan pemilihan caleg 2018 menjadi pemilihan yang bersih tanpa narkoba maupun korupsi.